Showing posts with label Jendela Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Jendela Motivasi. Show all posts

Wednesday, January 1, 2014

Cangkir yang Cantik

http://nudistaku.blogspot.com

Pasangan kakek dan nenek pergi belanja disebuah toko suvernir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Mata mereka kini tertuju pada sebuah cangkir yang cantik. "Lihat cangkir itu." kata nenek pada suaminya. "Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah kulihat." ujar si kakek. 

Saat mereka mendekat bersama, tiba-tiba cangkir yang dimaksud bicara, "Terima kasih atas perhatiannya. Perlu diketahui, aku dulunya tidak cantik. sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku dulunya hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melemparku kesebuah roda berputar.

kemudian ia mulai memuta-mutar aku hingga aku merasa pusing. 'Berhenti! berhenti!' teriakku tetapi orang itu bilang, 'Belum'. Lalu ia mulai menonjok dan meninjuku berulang-ulang. 'Berhenti! berhenti!' teriakku berulang-ulang, tapi orang itu tetap meninjuku, tanpa menghiraukan teriakkanku. Bahkan lebih buruk lagi, ia memasukkanku kedalam perapian. 'Panas! panas! Cukup!' teriakku lagi tapi orang ini berkata 'belum'.

Akhirnya ia mengangkatku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesai sudah penderitaanku tapi ternyata belum. Setelah dingin, aku diberikan kepada wanita muda yang langsung mewarnaiku. Asapnya begitu memualkan, aku berteriak 'Berhenti!'. Wanita itu berkata 'Belum' lalu ia memberikanku kepada seorang pria dan memasukkanku kedalam perapian yang lebih panas dari sebelumnya. 'Tolong, hentikan penyiksaan ini!' Sambil menagis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas menyiksaku, aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena dihadapanku telah berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku saat ini.


Apa pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah si cangkir diatas?

Monday, November 25, 2013

Ikan Kecil dan Air


Suatu hari seorang ayah dan anaknya sendang berbincang-bincang di tepi sungai. Kata ayah kepada anaknya, "Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati."

Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengarkan percakapan itu dari bawah permukaan air, ia mendadak menjadi gelisah dan ingin tau apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai kehilir sungai sambil bertannya kepada setiap ikan yang ditemuinya, "Hai tahukah kamu dimana air? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati."

Ternyata semua ikan tidak mengetahui dimana air itu. si ikan kecil semakin gelisah, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil menanyakan hal serupa, "Dimanakah air?"

Jawab ikan sepuh, "Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu tidak menyadari kehadirannya. Memang benar tanpa air kita semua akan mati." 

Apa arti cerita tersebut bagi kita? Manusia kadang mengalami situasi seperti ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, bahwa kebahagiaan melingkupinya sampai-sampai ia tidak menyadarinya.