Tuesday, July 23, 2013

Relativitas Waktu: Berpacu dalam Waktu



Malem sobat fisika, tahukah sobat bahwa dengan memanfaatkan relativitas waktu kita dapat berpacu dengan waktu pergi ke masa lampau dan ke masa.

Waktu yang relatif itu adalah "berjalan", dan kita dapat berpacu dengannya. Waktu akan semakin melambat di saat kita bergerak. Ia akan menjadi semakin lambat seiring dengan bertambahnya kecepatan kita, yang artinya bahwa suatu saat nanti seorang astronot dapat hidup lebih lama di angkasa dan akan kembali ke bumi pada masa yang akan datang. Jika seseorang mampu bergerak secepat cahaya, 186,282 mil per detik, maka waktunya akan menjadi diam tak berjalan. Dan jika ia mampu bergerak lebih cepat dari cahaya maka waktunya akan menjadi melunak dan mundur, dan ia telah berhasil mendahului waktu.

Meskipun kalangan ilmuwan belum menemukan bentuk partikel yang mampu bergerak secepat atau lebih cepat dari cahaya, namun percobaan para ilmuwan telah membuktikan bahwa kecepatan gerak akan menyebabkan waktu objek yang bergerak akan menjadi lunak. Hal ini telah diprediksikan oleh Albert Einstein pada tahun 1905, ketika dia memperkenalkan konsep relativitas waktu yang menjadi bagian dari teori monumentalnya, Theori of Relativity. Lebih menarik lagi, sampai saat ini pencarian partikel yang mempunyai kecepatan melebihi cahaya masih terus berlangsung dan mungkin ia kelak akan menjadi pintu masuk bagi manusia ke zaman lampau sekaligus zaman yg akan datang.

Para ilmuwan juga telah berhasil mendemonstrasikan bahwa pada hakekatnya orang yang bepergian dengan pesawat terbang adalah seperti sebuah kunjungan singkat ke singgasana keremajaan. Contoh, pada thn 1972 para ilmuwan meletakkan empat jam atomik pada sebuah pesawat yang terbang mengeliling bumi. Diluar dugaan, dalam percobaan ini para ilmuwan menemukan gerak jarum jam di pesawat tersebut sedikit lebih lamban dibanding gerak jarum jam di bumi. Hal ini juga berarti, jika kita terbang mengelilingi bumi, alangkah baiknya terbang ke arah timur untuk memperoleh keuntungan bertambahnya kecepatan gerak yang disebabkan oleh rotasi bumi. Percobaan diatas jelas, bahwa jarum jam telah memperlihatkan ketika kamu kembali ke bumi lebih muda dibanding hanya tinggal di rumah, walau hanya beberapa juta detik saja. Meski sangat kecil selisi waktunya, percobaan tersebut telah membuktikan bahwa waktu dapat melunak. Lebih dari itu, jam atomik juga telah menunjukkan bahwa waktu akan semakin melunak dengan bertambahnya kecepatan.

Kalau kita mau berimajinasi, sebuah contoh futuristik yang dapat kita nantikan adalah sebuah pesawat ruang angkasa dengan kecepatan ultra. Bayangkan seorang astronot yang mempunyai saudara kembar tinggal dibumi. Jika ia pergi ke sebuah bintang yang paling dekat dengan bumi dengan kecepatan separuh cahaya, maka ia akan menempuh perjalanan selama 18 thn. Ketika kembali ke bumi, maka secara fisik akan lebih muda 2 thn dibanding saudara kembarnya, kasus ini dikenal dengan sebutan "twin paradox", karena waktu diluar angkasa lebih lambat dibanding waktu di bumi. Jadi, umur astronot tersebut adalah usia normal, disebabkan ia ada di zona waktu yang lebih lambat dibanding waktu bumi. Itu adalah contoh melambatnya waktu. Tentu saja, pengalaman ini masih belum dirasakan oleh pesawat ruang angkasa manapun. Hal ini hanya didasarkan pada sebuah proyeksi matematika murni.

Di samping itu, kecepatan bukanlah satu-satunya faktor yg melambatkan waktu, melainkan gravitasi juga ikut mempengaruhi waktu. Einstein telah mendeterminasikan hal ini dalam teori relatavitasnya bahwa kekuatan objek gravitasi mampu melengkunkan planet pada medan gravitasinya. Ketika gravitasi melengkungkan planet, menurut Einstein, maka gravitasi pasti juga melengkungkan waktu, karena planet dan waktu saling terkait dan berhubungan.

Beberapa percobaan jam atomik telah memberi pembenaran terhadap kalkulasi Einstein bahwa semakin mendekati inti bumi, yang menjadi pusat gravitasi, maka waktu semakin lamban. Hal ini berarti juga akan mempengaruhi lambatnya penuaan usia seseorang. Di antara percobaan ini adalah dengan memindahkan sebuah jam atomik dari National Bureau of Standards ke Washington, D.C. yang lebih dekat dengan pantai, kemudian jam tersebut dipindah beberapa mil ke tempat yang lebih tinggi, yaitu di Denver. Hasilnya adalah bahwa jam di Denver lebih cepat, dengan beberapa selisi detik, dibanding ketika di Washington. Hal ini semakin jelas bahwa waktu adalah relatif dan sangat bergantungan di mana ia berada.


Dengan ultra high speed, tidah mustahil orang akan mempunyai akses ke masa lampau, time reversal, karena dengan kecepatan tersebut waktu akan bergerak mundur. Namun demikian, tidak sedikit ilmuwan yang skeptis terhadap adanya time reversal, karena hal tersebut mustahil dilakukan manusia secara sebab maupun akibatnya. Berjalan ke masa lampau, menurut ilmuwan skeptis, berarti akan membenarkan seseorang melakukan sesuatu pada masa lampau yang merubah masa kini. Kalangan skeptis khawatir, jika seseorang yang mempunyai akses ke masa lampau, maka dia melakukan pencegahan terhadap kelahirannya sendiri.

Namun. Kalangan ilmuwan yang open minder tetap mengakui adanya time reversal. Mereka mengatakan bahwa time traveler yang merubah masa lampau berarti membuka pintu sejarah alternatif, dari pada menginterfensi sejarah yang telah kita ketahui. Contoh, jika seseorang mencegah pembunuhan Abraham Lincoln, maka garis sejarah baru akan tercipta. Hal ini jelas terlihat bahwa sejarah alternatif tersebut, dimana tidak ada lagi pembunuhan Lincoln, adalah sama sekali terpisah dan adanya pembunuhan tersebut tetap adanya. Jadi tidak ada perubahan yang akan dibuat oleh time treveler terhadap keberadaan sejarah. Atau kemungkinan lain ialah adanya unbreak-able law (dalam islam disebut ketetapan Allah) pada nature yang mencegah seseorang melakukan perubahan masa lampau.


Jika kita telah menemukan sumber energi yang mempunyai kecepatan melebihi cahaya, kita akan mempunyai akses tidak hanya pada masa lampau melainkan juga pada yang akan datang. Bayangkan, bagaimana umpama seseorang melakukan perjalanan ke Spiral Nebula di Galaksi Andromeda dengan kecepatan ultra tinggi, yang jarak tempuhnya 1.500.000 kecepatan cahaya. Dengan kecepatan ultra, seseorang mampu melakukan perjalanan hanya beberapa waktu saja. Jika semua berlangsung dengan baik, maka ia kembali ke bumi pada masa 3.000.000 thn di masa akan datang. Karena banyak waktu bumi yang telah dilewati oleh kecepatan tersebut.

Jika kelak ditemukan ultra high speed, akankah kita mampu menguasai energi waktu yang membolehkan kita masuk secara singkat ke masa lampau dan masa mendatang? Jika kita kembali ke masa lampau, akankah kita mampu merubah kesalahan kita di masa lampau? Atau kita menggunakan pengalaman kita untuk kembali lebih baik pada putaran waktu yang kedua? Begitu juga, jika kita mempunyai akses ke masa mendatang, akankah kita dpat memberi prediksi atau ramalan jitu, atau melakukan tindakan preventif terhadap kemungkinan yang tidak diinginkan?

Akankah kita mampu melakukan perjalanan singkat ke masa depan yang jauh itu, dimana cucu-cucu kita hidup, sebagaimana seseorang yang mempercepat kaset film, sehingga kita dapat mengetahui semua alur cerita film tersebut, sebelum orang lain mengetahuinya. Tidak seorangpun dapat menentang keras kemungkinan ini, karena hanya waktulah yang akan menjawab.
Wallahu a'lam . . .


sumber: Fisika&Al-Qur'an
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Pengunjung yang baik adalah pengunjung yang selalu meninggalkan jejak. Silakan berkomentar dengan sopan :D