Showing posts with label Sainstek. Show all posts
Showing posts with label Sainstek. Show all posts

Thursday, January 30, 2014

Penangkal Petir




Penangkal petir, mungkin selama ini banyak orang-orang yang tidak mengetahui betapa pentingnya sebuah sitem penangkal petir atau mereka hanya tau namanya saja tetapi tidak mengenal bagaimana kerja dari penangkal petir. 

Jika kamu memperhatikan atap gedung-gedung atau rumah-rumah, kamu akanmenemukan bahwa atap gedung atau rumah biasanya dilengkapi dengan anti petir. Anti petir ini berupa sebuah batang konduktor yang dipasang vertikal di atap gedung. Batang konduktor ini dihubungkan dengan lempeng logam yang dikubur di dalam tanah melalui konduktor tembaga tebal.

Kamu telah mempelajari bahwa ketika sebuah konduktor bermuatan dihubung-kan oleh kabel logam dengan konduktor tak bermuatan, beberapa muatan mengalir di dalam kabel tersebut dari konduktor bermuatan ke konduktor yang tidak bermuatan. 

Muatan-muatan pada konduktor pertama mempunyai energi potensial. Energi potensial ini berkurang karena diberikan ke konduktor kedua yang tidak bermuatan. Konduktor pertama dikatakan sebagai konduktor yang mempunyai potensial atau tegangan lebih tinggi dibandingkan dengan konduktor kedua. Ketika kedua konduktor dihubungkan, muatan-muatan positif mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah dan muatan-muatan negatif mengalir dari potensial rendah ke potensial tinggi dan mengubah masing-masing potensialnya. Muatan akan terus mengalir sampai potensial kedua konduktor sama.

Awan-awan yang bermuatan negatif mempunyai potensial yang rendah. Sebagian muatan ini akan berpindah melalui udara yang mempunyai ion-ion positif. Oleh karena konduktor terdekat yang ditemui muatan ini adalah benda-benda yang tinggi (dekat dengan awan), muatan-muatan negatif ini akan berpindah ke batang anti petir yang dipasang di atap gedung atau rumah. Muatan-muatan negatif dari awan ini mengalir melalui kabel menuju ke plat logam yang terkubur dalam tanah. Hal ini terjadi karena plat logam yang terkubur tidak mempunyai potensial. Dari plat logam ini muatan-muatan tersebut akan mengalir ke tanah sehingga plat logam tersebut akan segera tidak bermuatan kembali dan segera siap menerima elektron dari awan.

Batang anti petir ini sangat besar manfaatnya. Potensial atau tegangan dari awan ini sangat besar. Bayangkan jika aliran muatan ini mengenai manusia secara langsung, akibatnya akan membahayakan. Di daerah yang luas dan rata, misalnya sawah, merupakan daerah yang rawan bagi manusia karena jika ada orang yang berada di tengah-tengah sawah tersebut sementara tidak ada konduktor lain yang lebih konduktif, tentu petir akan membahayakan orang tersebut.

Bayangkan saja, satu sambaran petir bisa memiliki energi sebesar 5 miliar joule energi, jika manusia tersambar sudah dipastika akan terpanggang. :)

Saturday, December 28, 2013

10 Planet Paling Mengerikan Di Luar Angkasa



Penjelajahan luar angkasa adalah sebuah petualangan yang mengagumkan dan tak semua orang bisa menikmatinya. Sejauh apapun manusia berkelana di luar angkasa, misteri selalu menyertai dan membuat manusia semakin merasa kecil di galaksi ini. Kendati demikian, manusia berhasil menemukan 10 planet di galaksi ini yang punya kondisi ekstrim dan mengerikan. Jika manusia berhasil sampai ke sana, kematian siap mengintai. Jangan pernah berpikir untuk ke sana! Berikut 10 planet paling mengerikan :

1. Planet Karbon


Unsur karbon biasanya hanya menyusun 0,1 persen dari total zat yang memenuhi Bumi. Oleh karena itu materi dari bahan karbon seperti minyak bumi dan diamond sangat sedikit jumlahnya. Tapi tahukah bahwa di dekat pusat galaksi ini terdapat sebuah planet yang komposisi karbonnya lebih banyak dari oksigen sekalipun. Planet tersebut dinamakan planet karbon. Setiap pagi langitnya begitu biru dan cerah, dengan sedikit awan berwarna kuning. Jika dijelajahi sedikit lagi, bakal ada lautan yang terbuat dari minyak dan aspal. Permukaan planetnya dipenuhi dengan gelembung yang mengeluarkan gas metan. Hujannya pun berupa minyak dan juga aspal. Manusia jelas tak disarankan pergi ke sana.

2. Neptunus


Di planet Neptunus ada angin kencang menyusuri permukaan planet dengan kecepatan mengerikan. Aliran angin tersebut menghembuskan awan beku dari belahan utara planet menuju ke Great Dark Spot, sebuah titik di mana di tempat tersebut terdapat badai seukuran Bumi. Gambaran angin di atas jelas melebihi dari apa yang dapat diterima oleh manusia. Jika ada orang yang berhasil mendarat di planet tersebut ia bisa dipastikan akan terkoyak-koyak dengan angin liar berkecepatan super.

3. 51 Pegasi B


Planet ini juga diberi julukan Bellerophon, diambil dari nama pahlawan Yunani yang berhasil menjinakan kuda Pegasus. Planet satu ini punya massa 150 kali lebih besar dari planet Bumi dan tersusun atas hidrogen dan helium. Hal yang paling mengerikan dari planet ini adalah fakta bahwa suhu permukaan planetnya mencapai 1000 derajat celscius. Pasalnya letak bintang yang menjadi sumber cahaya Bellerophon terhitung lebih dekat dibandingkan jarak Bumi ke Matahari. Suhu panas ekstrem ini pula yang memicu timbulnya angin panas dengan kecepatan 1000 km/jam. Suhu ekstrem tersebut juga mengakibatkan tidak adanya air di permukaan planetnya. Jangankan air, besi saja bisa sampai menguap, Uap besi tersebut pada akhirnya membentuk awan besi dan saat muatan awan besi sudah terlalu berlebihan, maka akan timbul hujan bijih besi panas.

4. Corot Exo-3B


Corot Exo-3b adalah planet di luar tata surya yang dikenal sebagai yang terbesar dan terpadat. Ukurannya hampir sama seperti planet Jupiter, namun massanya 20 kali lebih padat. Dengan massa planet yang begitu besar, tentunya hal tersebut berdampak pada gravitasi planet. Dengan massa 20 kali lebih besar, seorang manusia yang berjalan di permukaannya punya bobot 50 kali lebih berat ketimbang saat berjalan di atas Bumi. Hal tersebut langsung membuat kerangka manusia remuk dari dalam dalam hitungan menit. Rasanya seperti tertindih gajah tepat di dadamu.

5. Mars


Di planet merah ini, badai debu dapat muncul secara tiba-tiba dan menyelimuti seluruh planet selama berhari-hari. Badai tersebut dikategorikan sebagai badai terbesar dan terparah di dalam sistem tata surya. Tinggi badainya saja bisa mencapai tinggi gunung Everest dengan kecepatan angin mencapai 300 kilometer per jam.

6. Wasp-12b


Wasp-12b adalah planet terpanas yang pernah ditemukan ilmuwan hingga saat ini. Suhu permukaan planetnya saja sampai 2.200 derajat Celcius karena orbitnya sangat dekat bintang yang meneranginya. Orbit tersebut terhitung paling dekat di antara semua planet yang diketahui. Benda apa pun (termasuk manusia) akan langsung terbakar saat masuk ke dalam atmosfirnya. Sebagai perbandingan, suhu permukaan planetnya dua kali suhu lava pijar dan setengah kali suhu Matahari.

7. Jupiter


Atmosfir Jupiter menghasilkan badai yang besarnya dua kali ukuran Bumi kita. Planet raksasa ini menciptakan angin super kencang yang kecepatannya 400 mil per jam dan petir raksasa yang menyambar dan bercahaya seratus kali lipat dari yang tercipta di bumi. Sekali kilat menyambar, cahayanya dapat membuat manusia buta. Di bawah badai maha mengerikan ini terdapat samudera sedalam 40.233 kilometer yang komposisinya adalah hidrogen metal cair. Di Bumi, hidrogen adalah zat yang tak berwarna serta transparan, namun di inti Jupiter, hidrogen berwujud lain yang tak mungkin bakal kita temui di Bumi.

8. Pluto


Catatan: Pluto kini sudah tak bisa dikategorikan sebagai planet. Jangan terkecoh dengan gambar di atas karena gambar tersebut bukanlah negeri salju. Lingkungan Pluto berhawa sangat dingin karena atmosfirnya tersusun atas nitrogen cair, karbon monoksida, dan gas metan menyelimuti permukaannya seperti salju. Pada cuaca cerahnya saja, suhu Pluto hanya mencapai -228 sampai -238 derajat Celcius. Tubuhmu jelas langsung membeku.

9. CoroT-7b


Panas yang dipancarkan oleh bintang yang menerangi planet ini saking panasnya sampai bisa membuat batu menyublim dan menguap. Jika gambaran tersebut masih kurang meyakinkan bahwa planet ini sungguh mengerikan, ada bukti lain yang bakal membuat tercengang. Orbit planet tidak sempurna membuat planet ini rawan bergesekan dengan planet kembarannya. Saat gesekan terjadi, permukaan planet akan memanas luar biasa.

10. Venus


Venus mungkin terlihat indah dari Bumi, namun ternyata kondisi planet tersebut sungguh ganas untuk ditinggali manusia. Venus diketahui sebagai planet paling mengerikan di tata surya. Udaranya dapat membuat manusia keracunan. Tekanan udara di sana dapat mencapai 100 kali lebih besar dari bumi. Dan satu lagi, suhu di sana mencapai 475 derajat Celcius ditambah dengan sedikit kandung asal sulfat menghujanimu.


source:http://dananxkusuma.blogspot.com

Friday, October 25, 2013

Ilmuan Temukan Cara Membangkitkan Orang Mati


Para ilmuwan memiliki gagasan tentang cara untuk menyadarkan seseorang yang sudah dinyatakan meninggal.

Gagasan tersebut dibahas dalam pertemuan New York Academy of Science, menghadirkan Dr Sam Parnia dari State University of New York di Stony Brook, Stephan Meyer dari Columbia University, dan Lance Becker dari University of Pennsylvania.

Dalam pertemuan itu dibahas bahwa kunci penyadaran kembali atau resusitasi pada orang yang baru saja meninggal itu ialah proses hipotermia atau pendinginan tubuh dan pengurangan suplai oksigen.

Gagasan ilmuwan didasarkan pada pandangan baru tentang kematian. Sebelumnya, kematian didefinisikan sebagai saat di mana jantung sudah berhenti berdetak dan paru-paru berhenti bekerja sehingga individu tidak bernapas.

Dalam pandangan baru, kematian tidak dianggap sebagai peristiwa yang terjadi secara serentak di semua bagian tubuh, tetapi sebagai proses bertahap. Saat detak jantung dan napas individu terhenti, sel individu sebenarnya masih hidup.

Kematian total, kiranya bisa dikatakan demikian, baru terjadi ketika sel-sel otak kekurangan oksigen, akibat terhentinya jantung dan napas, sehingga rusak dan mengirim sinyal bagi sel-sel lain menjelang saat kematian.

Dalam gagasan ilmuwan, ada jeda antara henti jantung dan napas dengan kematian total. Jeda itu yang kemudian dimanfaatkan untuk melakukan tindakan sehingga orang yang sebelumnya dinyatakan telah mati bisa sadar kembali.

Proses tersebut harus dilakukan secara hati-hati. Salah satu perhatiannya, upaya menyadarkan orang yang telah meninggal harus tidak mengakibatkan kerusakan otak akibat jantung yang berhenti menyuplai oksigen.

Diberitakan Huffington Post, Senin (21/10/2013), kunci penyadaran kembali tanpa merusak jaringan otak salah satunya adalah hipotermia, yakni tubuh didinginkan beberapa derajat lebih rendah daripada suhu normalnya 37 derajat celsius.

Berdasarkan studi, hipotermia bisa mencegah kerusakan sel otak dengan menurunkan permintaan oksigennya. Namun, ini tetap ada batasannya. Ada momen ketika kerusakan memang sudah terlalu besar sehingga tak bisa dikembalikan.

Kemudian, setelah prosedur hipotermia dan jantung bekerja, kunci lainnya adalah menjaga suplai oksigen. Suplai oksigen yang tiba-tiba besar justru akan berdampak negatif karena akan merusak jaringan otak.

Hipotermia terbukti membantu prosedur resusitasi. Namun, bahkan di Amerika Serikat, tak semua rumah sakit menerapkan prosedur hipotermia. Hal ini menjadi keterbatasan untuk mengupayakan resusitasi yang berhasil.

Tentang suplai oksigen, Parnia menuturkan, suplai harus diatur dengan mesin agar jumlah oksigen yang dialirkan sesuai yang dibutuhkan.

Penyadaran kembali orang yang telah meninggal ini menimbulkan pertanyaan etis. Pasalnya, upaya menyadarkan kembali orang yang telah berjam-jam mengalami henti jantung berisiko pada kerusakan otak. Siapa yang kemudian bertanggung jawab melakukan proses resusitasi lebih komprehensif?

Mayer mengungkapkan, keterbatasan saat ini adalah pengetahuan tentang kerusakan otak. Ilmuwan belum mengetahui seberapa lama kerusakan bertahan dan apakah bisa dikembalikan ke kondisi semula.

Mayer mengungkapkan, masih perlu pembelajaran lebih lanjut. Namun, ia mengatakan bahwa ilmuwan juga tak bisa begitu saja mengatakan bahwa kerusakan otak tak bisa dikembalikan.

Sementara, Becker menuturkan, upaya penyadaran tidak selalu bisa dilakukan di setiap kasus. Namun, sekali dokter memutuskan, dokter harus menerapkan semua metode yang mungkin bisa dilakukan

source:  kompas.com

Monday, August 5, 2013

Benarkah ada Hewan Penghuni Mars ?

Benarkah ada kehidupan di Mars?  silakan sobat simak artikel berikut.

Genap 1 tahun sudah usia Curiosity menjejakkan kakinya di planet merah, Mars. Dari awal sampai sekarang, ada beberapa foto yang dikirimkan robot tersebut yang di dalamnya menampilkan beberapa sosok 'makhluk hidup.'

Selama ini, ada beragam pengandaian tentang obyek yang tertampil di foto-foto yang dikirimkan oleh robot Curiosity dari Mars. Walaupun tidak dapat dibuktikan baik secara ilmiah atau logika, namun tidak sedikit orang yang percaya apabila memang benar di planet merah tersebut ada penghuninya.

Beberapa pakar hanya menyebutnya dengan istilah pareidolia atau fenomena yang melibatkan sisi psikologis manusia dalam pengandaian suatu obyek yang akhirnya diserupakan dengan obyek lainnya.


Berdasarkan analisis citra yang diambil kendaraan antariksa Curiosity, seorang bloger mengaku melihat kadal di permukaan Planet Mars. Bloger itu melaporkannya di situs web UFO Sighting Daily.

Dalam laporannya yang diunggah di UFO Sighting Daily, Kamis (16/5/2013), bloger dengan akun ScottCWaring itu mengatakan bahwa kadal di Mars itu ditemukan oleh seseorang dari Jepang yang tak disebutkan namanya pada bulan Maret 2013.

Menurutnya, kadal di Mars itu bukan hewan pertama yang ditemukan di planet merah. Kadal mungkin saja terdapat di Mars. Pasalnya, hasil studi baru-baru ini menyatakan bahwa Mars memiliki kandungan air walau hanya dalam jumlah kecil.

Spekulasi lain, kadal tersebut sebenarnya berasal dari Bumi. Kadal dibawa ke Mars dengan Curiosity. Tujuannya adalah melakukan tes yang mungkin terkait dengan ketahanan makhluk hidup di Mars.


Benarkah foto yang dipotret Curiosity merupakan kadal di Mars? Mungkinkah ada kadal di Planet Mars?

Tulisan di Huffington Post, Rabu (19/5/2013), menyatakan bahwa tidak mungkin ada kadal di Mars. Air yang mendukung kehidupan memang ada. Namun, kehidupan kompleks sulit bertahan karena faktor perubahan suhu yang ekstrem dan radiasi.

Jangankan kehidupan kompleks seperti kadal, ilmuwan sejauh ini juga belum benar-benar bisa membuktikan adanya mikroba di Mars. Sejauh ini, baru ditemukan kondisi di mana kehidupan mikroba mungkin ada di masa lampau Mars.

Yang sebenarnya, citra yang dimaksud kadal sebenarnya hanyalah sebuah batu. Foto bisa dilihat di situs Jet Propulsion Laboratory, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Berikut beberapa 'makhluk hidup' yang berhasil diabadikan oleh Curiosity.

1. Kelinci

 

Sebuah obyek kecil tidak sengaja ikut terabadikan oleh Curiosity ketika robot ini sedang memotret suatu daerah di Mars. Uniknya, obyek tersebut terlihat seperti memiliki telinga panjang, bertubuh kecil dan menyerupai seekor kelinci di bumi.

 2. Tikus


Tugas Curiosity, robot yang ditugaskan di Mars, memang akan berakhir sekitar beberapa bulan lagi. Kali ini, dalam penjelajahannya, kabarnya Curiosity temukan bukti keberadaan makhluk hidup di planet merah tersebut.

Curiosity kembali kirimkan foto terbaru ke badan pengawasnya di bumi. Dalam foto tersebut, ada sebuah obyek aneh yang terabadikan secara tidak sengaja. Para peneliti mengatakan bahwa obyek tersebut mirip sebuah tikus.

"Obyek itu memiliki warna yang hampir mirip dengan batu-batuan di sekitarnya namun sedikit lebih gelap. Ada mata, cekungan pada mata, hidung, telinga, dahi, badan yang memanjang serta tangan atau kaki depan," jelas pihak NASA seperti dikutip Fox New (29/05).

3. Beruang


Memang secara sekilas tidak terlihat apa obyek yang ikut terabadikan oleh kamera Curiosity ini. Namun, apabila diamati lebih lama, obyek tersebut berbentuk seperti seekor beruang separuh badan dengan kepala dan badan yang tegap.
Kalau menurut saya sendiri sih, itu mungkin batu-batuan yang mirip dengan hewan dan kebetulan sewaktu difoto posisinya mirip hewan-hewan diatas. Coba sobat perhatikan gambar dibawah ini.


Foto yang dibilang kadal itu berada diantara bebatuan sangat mungkin kalau itu adalah 'batu'.

Friday, August 2, 2013

Biostorage, Bakteri Bisa Dipakai untuk Penyimpan Data

Ide menyimpan data di dalam bakteri sudah terlintas sekitar satu dekade terakhir. Pertimbangannya, bakteri yang paling sederhana sekalipun memiliki untaian DNA panjang yang bisa menyimpan enkripsi data.

Selain itu, secara alamiah, bakteri jauh lebih tahan terhadap kerusakan dibanding media penyimpanan elektronik manapun. Ia sanggup bertahan dari berbagai macam bencana yang dapat menghancurkan harddisk.

Reproduksi alami bakteri juga dapat dimanfaatkan untuk membuat duplikasi data dan menjaga integritas informasi yang disimpan. Ini juga membuat proses pengambilan kembali data dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Berpedoman pada pemikiran tersebut, sekelompok peneliti asal The Chinese University of Hong Kong mencari cara bagaimana menyimpan data ke dalam DNA bakteri. Ternyata tidak sulit.

Pada bakteri, ada empat basis DNA yang bisa digunakan untuk membuat untaian DNA yakni Adenine (A), Cytosine (C), Guanine (G), dan Thymine (T). Artinya, penyimpanan akan menggunakan sistem angka basis empat.

Pada laporannya, seperti dikutip dari i09, 9 Desember 2010 peneliti memberi contoh mengubah kata “iGEM” ke dalam kode yang siap disimpan dalam DNA.

Mereka menggunakan tabel ASCII untuk mengonversi setiap huruf ke dalam nilai numerik misalnya i = 105, G = 71, dan seterusnya. Angka ini kemudian diubah menjadi penomoran basis 4 yakni 105 menjadi 1221, 71 menjadi 0113 dan seterusnya.

Angka basis 4 ini kemudian diubah ke dalam sistem DNA yang menggunakan kode A, T, C, dan G di mana A menggantikan angka 0, T menggantikan 1, C menggantikan angka 2, dan G pengganti angka 3. Jadi, kata iGEM disimpan di dalam DNA sebagai ATCTATTGATTTATGT.

Setelah data mentah siap, peneliti menyebutkan, beberapa algoritma bisa digunakan untuk menyingkirkan informasi repetitif atau redundan. Ini bukan hanya dapat menghemat ruang, banyaknya repetisi dalam untaian DNA secara biologis berpotensi membahayakan DNA dan bakteri tersebut. Berarti, penggunaan algoritma itu akan mengatasi dua masalah sekaligus.

Yang jadi masalah, untaian DNA tidak cukup panjang untuk menyimpan informasi kompleks seperti foto atau buku. Solusi terbaik adalah memecah data menjadi bagian-bagian kecil dan menyebarkannya pada sel yang berbeda.

Agar berhasil, peneliti membuat sistem yang memungkinkan pecahan-pecahan data diidentifikasi dan kemudian disusun ke dalam urutan yang benar. Untuk itu, mereka membuat tiga struktur bagian untuk seluruh DNA yakni header, message, dan checksum.

Header merupakan rangkaian sepanjang 8 bagian yang dibagi ke dalam empat level informasi yakni zona, kawasan, area, dan distrik yang memungkinkan setiap bagian dikembalikan ke dalam urutan yang tepat.

Setelah pesan yang membawa data sebenarnya dihantarkan, checksum menyediakan repetisi dari header awal yang berguna untuk mengontrol mutasi yang mungkin terjadi pada bakteri yang bersangkutan.

Setelah informasi dienkripsi dan ditempatkan pada banyak sel yang berbeda di bakteri, bagaimana cara pemilik data mengambil kembali data yang disimpan oleh bakteri yang bersangkutan?

Sebuah decrypter akan mengambil DNA dan menjalankannya pada sebuah teknologi yang disebut next-generation high-througput sequencing, atau NGS.

Tipe sequencing ini dapat menganalisa dan membandingkan banyak kopi dari sequence yang sama dan menggunakan modus terbanyak untuk mengetahui basis data mana yang benar dan data mana yang telah mengalami perubahan. Setelah itu, algoritma kompresi akan dibalikkan untuk mengembalikan data mentah ke dalam bentuk aslinya.

Langkah terakhir adalah menyusun kembali pecahan-pecahan data dalam urutan yang benar agar rangkaian DNA tersebut bisa diterjemahkan kembali menjadi data yang dapat digunakan.

Sampai tahap ini, data sudah disimpan dan mengalami enkripsi. Orang yang ingin membaca data tersebut membutuhkan formula yang mengetahui urutan yang benar dari header dan checksum. Tanpa formula tersebut, data yang ia miliki tidak dapat digunakan.


sumber: teknologi.news.viva.co.id